Sejarah dan Pengertian Pespektif Global
Sejarah dan Pengertian Pespektif Global
A. Sejarah Perspektif Global
Perspektif global pertama kali muncul di Amerika Serikat pada tahun 1950an. Berkembang secara baik tahun 1970 an. Perspektif global di Indonesia mulai diterapkan pada kurikulum pendidikan dasar dan menengah tahun1995 dan secara jelas dan tegas sebagai pokok materi IPS sejak berlakunya kurikulum tahun 2004 (KBK) dan secara jelas menekankan perlunya perspektif global diajarkan di sekolah. Pada awal munculnya Perspektif Global di Amerika Serikat ada beberapa pendapat yang berbeda:
1. Kelompok Merkantilisme Baru: tujuan perspektig global untuk menyiapkan warga negara Amerika Serikat agar mampu berpartisipasi dalam sistim internasional yang sangat kompetitif dan anarkhis. Menyiapkan para siswa mempunyai kemampuan dalam berkompetisi dalam sistim internasional dan mewujudkan kepentingan nasional Amerika Serikat.
2. Kelompok Reformis: berpendapat bahwa kita semua merupakan anggota komunitas/masyarakat internasional, sistem internasional sangatlah beragam budayanya dan yang saling bekerjasama. Perspektif Global harus mampu membekali murid hidup lebih baik dengan mengenalkan mereka pengetahuan, kemampuan analisis, kemampuan menilai dan strategi untuk berpartisispasi dan terlibat dalam menyelesaikan masalah lokal, nasional maupun internasional.
3. Kelompok Utopian Kiri berpendapat bahwa perspektif global harus ditujukan untuk menciptakan adanya sistem internasional yang lebih adil melalui sistem sosialis.
4. Kelompok Ultrakonservatif atau Utopian Kanan: Perspektif Global harus mendidik para muridnya bahwa Amerika Serikat merupakan pusat dari moral, perekonomian budaya, kehidupan sosial dan kekuatan politik dunia. Harus mampu mempelajari budaya lain dan menerima adanya keragaman budaya bahwa dunia merupakan satu masyarakat dunia (Umi Oktyari Retnaningsih, 1998/1999: 1-3)
B. Istilah Perspektif Global
Dalam literatur dikenal berbagai macam istilah yang berkaitan dengan perspektif global seperti ”global education”, “global perspectives in education”, “global perspertives education”,”education for a global perspective”, ”international education”, “international studies”, ”world studies”, istilah yang paling tepat untuk perspektif global adalah global perspectives in education” atau disingkat dengan “global education” dan di Indonesia disebut dengan istilah perspektif global. Dengan menekankan pada empat hal pokok yaitu: kesadaran terhadap perspektif global, sistem-sistem global, sejarah global, dan saling pngertian terhadap budaya lain.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ke tiga tahun 2001, global diartikan secara umum dan keseluruhan, secara bulat, secara garis besar, meliputi seluruh dunia. Globalisasi artinya proses masuknya ke ruang lingkup dunia, mengglobal artinya mendunia. Globalisme adalah paham kebijakan nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai lingkungan yang layak diperhitungkan, terutama untuk bidang ekonomi dan politik. Masyarakat dunia kini sedang menghadapi tujuan-tujuan baru yang memukau dan mengkhawatirkan.
Perspektif global berakar pada ilmu-ilmu: antropologi, psikologi, sejarah, ekonomi, geografi dunia, dan politik, bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran sebagai warga dunia yang berpartisipasi aktif. Keanggotaan seseorang dalam masyarakat dunia dari tingkat terdekat samapi yang terjauh bisa digambarkan dalam lingkaran konsentris sebagai berikut ini:
Kemajuan iptek khususnya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat canggih dan cepat menyebabkan bumi yang sangat luas terasa sempit, seperti desa besar, batas fsisik, batas ekonomi, batas politik, batas budaya dan batas bidang yang lain semakin tidak kelihatan atau kabur.
Pada era globalisasi kecenderungan yang kuat adalah proses terjadinya universalisasi yang melanda seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satu implikasi penyeragaman terlihat dengan munculnya gaya hidup global seperti makanan, pakaian dan musik.
John Naisbitt yang terkenal dengan bukunya yang berjudul “Megatrend 2000” menyebutkan bahwa pada tahun-tahun tersebut akan terjadi proses globalisasi melalui teknologi informasi, ada tiga mode yang diterima oleh banyak orang yaitu: makanan (food), pakaian (fashion), dan hiburan (entertainment). Media televisi telah mempercepat arus informasi dan membawa kita terlibat dalam informasi dunia.
Baca juga Tujuan Pembelajaran Perspektif Global
