Pokok Pikiran, dan Tujuan Perspektif Global
Pokok Pikiran, dan Tujuan Perspektif Global
1. National Council for the Social Studies (NCSS) pada tahun 1982 menunjukkan arti pentingnya perspektif global diajarkan di sekolah-sekolah:
a. Sekarang kita hidup dalam masa terjadinya peningkatan globalisasi yang ditandai dengan fenomena hampir semua orang berinteraksi secara transnasional (tidak hanya terbatas dalam negaranya saja), multi cultural (dalam berbagai macam budaya) dan cross-cultural (berinteraksi dengan budaya lain selain yang dimilikinya).
b. Aktor-aktor yang berinteraksi dalam tingkat dunia tidak hanya terbatas pada aktor-aktor negara saja, namun juga melibatkan perseorangan, kelompok-kelompok lokal, organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang teknologi dan ilmu, perdagangan, perusahaan multi nasional, serta organisasi regional. Mereka ini semakin aktif berinteraksi dan mampu mempengaruhi peristiwa-peristiwa lokal maupun global.
c. Kehidupan umat manusia tergantung pada suatu lingkungan fisik dunia yang ditandai dengan terbatasnya sumber-sumber alam. Ekosistem dunia akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh umat manusia.
d. Ada keterkaitan antara apa yang dilakukan manusia di bidang sosial, politik, ekonomi, teknologi, pada masa kini dengan masa depan umat manusia yang hidup di bumi ini beserta lingkungan fisiknya di masa yang akan datang.
e. Terjadinya globalisasi yang melibatkan hampir seluruh umat manusia ini menyebabkan masing-masing individu dan seluruh masyarakat berkesempatan dan bertanggung jawab untuk berperan serta dalam meningkatkan lingkungan fisik maupun sosial dunia.
2. Robert Hanvey menyebutkan lima dimensi dari perspektif global:
a. Perspective conciousness
Kesadaran dan penghargaan terhadap adanya berbagai macam pendapat yang berbeda-beda di dunia.
b. State of planet awareness
Adanya pengertian yang mendalam terhadap isu-isu dan peristiwa global.
c. Cross-cultural awareness
Adanya kesepakatan yang dapat diterima secara umum dalam membuat karakteristik budaya-budaya yang ada di dunia ini, yaitu bahwa sekalipun ada perbedaan-perbedaan dalam budaya, namun banyak kesamaan yang dimiliki.
d. Systemic awareness
Tahu akan sistem-sistem yang ada berikut alam ini, sehingga mulai mengenal akan kompleknya sistem internasional di mana aktor-aktor negara dan aktor-aktor non negara saling pengaruh mempengaruhi dalam berbagai macam isu yang terjadi di kawsan-kawasan yang ada di dunia ini.
e. Options for partipation
Mengetahui strategi-strategi yang tepat sehingga mampu berpartisipasi dengan baik dalam menghadapi isu-isu yang terjadi dari tingkat lokal, nasional hingga internasional.
3. James Becker, sebagai pelopor perspektif global dalam artikelnya yang berjudul “The World and the School. A case for world centered education”(1979) menyatakan bahwa perspektif global harus menggugah kesadaran murid selaku anggota masyarakat dunia dan juga pada tingkatan masyarakat lainnya.
4. Christine I Bennett dalam bukunya “Comprehensive Multicultural Education:Theory and Practice” (1995) menyatakan bahwa para pendidik harus mempersiapkan murid-murid sebagai penerus generasi di masa datang kaya pengetahuan, sikap dan kemampuan yang diperlukan untuk berpartisipasi aktif sebagai warga masyarakat di seluruh lapisan sampai tingkat dunia. Agar anak didik menjadi insan yang mempunyai tanggung jawab global, karena mereka merupakan warga negara dunia. Mereka perlu dilatih untuk berpikir global dan bertindak secara lokal atau” thin globally act locally”
5. Tye and Tye berpendapat bahwa perspektif global meliputi:
a. Studi tentang masalah–masalah dan isu-isu yang melintasi batas-batas nasional dan adanya keterkaitan dalam sistem-sistem ekonomi, lingkungan, budaya, politik serta teknologi.
b. Peningkatan saling pengertian terhadap budaya lain sehingga si pembelajar mampu mengembangkan kemampuannya untuk bertoleransi terhadap pihak lain dan berempati.
6. Lee Anderson dan Charlotte Anderson (1979) menyatakan bahwa untuk mempersiapkan murid agar menjadi warga negara yang baik harus dimulai dari berbagai macam kelompok yang melibatkannya, dari terdekat hingga yang terjauh, yaitu dari masyarakat lokal, bangsa, hingga global.
Ada lima tujuan pokok dari perspektif global:
a. Mengembangkan pengertian keberadaan mereka sebagi individu-individu yang membentuk masyarakat.
b. Mengembangkan pengertian bahwa mereka merupakan anggota dari masyarakat manusia.
c. Mengembangkan pengertian bahwa mereka adalah penghuni planet bumi ini dan kehidupannya tergantung pada planet bumi tersebut.
d. Murid harus diberi pengertian bahwa mereka adalah partisipan pelaku aktif dalam masyarakat global ini.
e. Mendidik murid agar mempunyai kemampuan untuk hidup secara bijaksana dan bertanggungjawab sebagai individu, sebagai umat manusia, sebagai insan penghuni planet bumi ini serta sebagai anggota masyarakat global.
7. Muessig dan Gilliom dalam bukunya ”Perspective of global Education: A source book for classroom teachers” (1981) menyebutkan bahwa melalui perspektif global akan membebaskan para pembelajar dari keinginan-keinginan yang sifatnya parokial (picik/sempit) dan chauvinisme Dengan belajar perspektif global mereka akan mampu berinteraksi secara harmonis dalam masyarakat dunia yang ditunjukkan dengan adanya kemampuan berempati dan mempunyai sifat altruisme (mengutamakan kepentingan orang lain, kalau perlu dengan mengeluarkan pengorbanan).
8. Merryfield dalam artikelnya yang berjudul “Institutionalizing Cross-cultural Experiences and International Expertise in Teacher Educational: the Development and Potential of a Global Education PDS Network” (1995) menyimpulkan konsep-konsep dari perspektif global, yaitu bahwa para guru perlu mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk mengajarkan kepada muridnya:
a. Penghargaan terhadap adanya perbedaan-perbedaan dan persamaan budaya, untuk itu para guru perlu mengajarkan berbagai macam perspektif yang dimiliki orang lain ataupun masyarakat lain dan mereka perlu juga mempunyai kesadaran untuk bertoleransi terhadap perspektif yang dimiliki orang lain.
b. Dunia ini merupakan sebuah sistem sehingga di dalamnya terjadi saling ketergantungan dan saling berkaitan.
c. Keputusan-keputusan dan tindakan yang diambil oleh seseorang akan dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh intraksi global.
9. Menurut American Association of College for Tacher for Teacher Education (1983) Global education didefinisikan sebagai “the proses by which people acquire a global perspective to explain events ini recognition of the increasing interdependence of nations and cultures” (Umi Oktyari Retnaningsih, 1998/1999: 15-20)
Baca Juga :
- Tujuan Pembelajaran Perspektif Global
- Sejarah dan Pengertian Pespektif Global
Tags: Pokok Pikiran Perspektif Global, Tujuan Perspektif Global